Tips Sehat Lansia: Tetap Bergerak dan Belajar, Kunci Sehat dan Bahagia di Usia Lanjut
Sendang Roso-Masa pensiun bukan berarti berhenti beraktivitas. Justru di usia lanjut, seseorang perlu tetap bergerak, belajar, menjaga pola makan, dan membangun hubungan sosial agar tubuh dan pikiran tetap sehat. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Temu Kangen Pensiunan Xaverius yang digelar di Aula SMP Xaverius 1 Jambi, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100-an pensiunan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan bernostalgia, tetapi juga diisi dengan edukasi kesehatan. Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik, kebutuhan gizi, serta kesehatan otak di usia lanjut.
Materi kesehatan disampaikan Dr. Sriyani, Sp.GK, MARS, dokter spesialis gizi yang menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Gizi Klinik di Universitas Diponegoro. Ia mengajak para pensiunan untuk tetap menjaga kesehatan agar dapat menjalani masa lanjut usia dengan aktif dan bahagia.

Dr. Sriyani menjelaskan bahwa menua merupakan proses alami yang dialami setiap manusia. Namun, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti menjaga kesehatan dan menikmati kehidupan.
“Menua adalah proses yang dialami oleh setiap manusia. Walaupun usia bertambah, kita harus tetap sehat dan bahagia,” ujarnya.
Menurut Dr. Sriyani, salah satu kunci menjaga kesehatan di usia lanjut adalah tetap aktif. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh dalam menyerap dan menggunakan zat gizi juga mengalami penurunan. Karena itu, pola makan dan aktivitas fisik perlu mendapat perhatian.

Ia juga mengingatkan para pensiunan agar tidak mengabaikan kesehatan mulut, lambung, dan usus. Ketiga bagian tersebut memiliki kaitan dengan kemampuan tubuh dalam menerima, mencerna, dan mengolah makanan.
Untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup, Dr. Sriyani memberikan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari. Di antaranya mengendalikan berat badan, menerapkan pola makan seimbang, menghindari faktor risiko penyakit, tetap aktif agar terus merasa berguna, rutin menggerakkan tubuh, menjaga iman dan takwa, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Perhatikan Gizi Seimbang
Dalam pemaparannya, Dr. Sriyani juga menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi kelompok lanjut usia. Asupan makanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh agar tidak berlebihan, tetapi tetap memenuhi kebutuhan nutrisi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain menjaga keseimbangan energi dan membatasi konsumsi gula. Para lansia juga dianjurkan mengonsumsi makanan yang menjadi sumber kalsium dan vitamin D serta memperbanyak makanan yang mengandung serat. Kebutuhan cairan juga tidak boleh dilupakan. Para lansia perlu tetap mengonsumsi air putih sesuai kebutuhan tubuh untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap baik.

Selain memperhatikan makanan dan minuman, aktivitas fisik tetap diperlukan meskipun seseorang telah memasuki masa pensiun. Gerakan tubuh yang dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan dapat membantu mempertahankan kebugaran serta mendukung kualitas hidup.
Bergerak dan Terus Belajar
Selain materi gizi, kegiatan Temu Kangen Pensiunan Xaverius juga menghadirkan Psikolog Natalia Darmayanti, M.Psi. Ia mengajak para pensiunan untuk memberikan perhatian terhadap kesehatan otak melalui aktivitas sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Natalia menyampaikan bahwa salah satu kebaikan yang dapat dilakukan untuk menjaga otak adalah bergerak. Aktivitas fisik dan kebiasaan positif tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga dapat mendukung kesehatan otak. Para pensiunan juga diajak untuk terus belajar. Menurut Natalia, mempelajari sesuatu yang baru dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga otak tetap aktif.
Belajar menggunakan teknologi seperti laptop menjadi salah satu contoh sederhana. Bagi sebagian orang lanjut usia, mempelajari teknologi baru mungkin membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, proses tersebut justru dapat menjadi latihan bagi otak.
Pesan tersebut mendapat perhatian dari para peserta. Masa pensiun dinilai bukan alasan untuk berhenti belajar. Sebaliknya, mencoba hal-hal baru dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih berwarna sekaligus memberikan kesempatan untuk terus berkembang.
Pensiun Bukan Berarti Berhenti Berkarya
Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah masa pensiun bukan berarti seseorang harus berhenti berkarya dan beraktivitas. Dengan menjaga kesehatan, tetap bergerak, mengatur pola makan, terus belajar, serta membangun hubungan sosial, para pensiunan tetap dapat menjalani kehidupan dengan sehat, bahagia, dan bermakna.
Temu Kangen Pensiunan Xaverius Jambi pun tidak sekadar menjadi kegiatan bernostalgia. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan persaudaraan, berbagi pengalaman, sekaligus saling mengingatkan tentang pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut.

Keceriaan para peserta hingga akhir kegiatan menunjukkan bahwa kebersamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan. Setelah memasuki masa pensiun, seseorang tetap memiliki ruang untuk beraktivitas, belajar, bersosialisasi, dan menikmati kehidupan. Masa pensiun bukanlah akhir dari aktivitas, melainkan kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih sehat, bahagia, aktif, dan bermakna.





