Warga Kasang Pudak Ubah Dana Agustusan Jadi Aksi Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa
Sendang Roso-Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Jalan Raya Kasang Pudak, khususnya RT 13 Lorong Pesantren, tahun ini berlangsung dengan cara berbeda. Jika biasanya dana swadaya masyarakat digunakan untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus, kali ini warga sepakat mengalihkannya untuk kegiatan bakti sosial memperbaiki jalan lintas desa yang selama ini dikeluhkan karena kondisinya.

Keputusan tersebut lahir dari kepedulian warga terhadap keselamatan pengguna jalan. Beberapa bulan sebelum kegiatan perbaikan dilakukan, seorang ibu yang baru pulang dari pasar terjatuh saat melintas di jalan tersebut. Bahkan, kejadian serupa membuat sejumlah warga mengalami luka.
Kondisi itu kemudian mendorong masyarakat RT 13 untuk bermusyawarah. Warga sepakat bahwa semangat kemerdekaan tidak harus selalu diwujudkan melalui perlombaan dan kegiatan seremonial, tetapi juga dapat dilakukan dengan membantu memperbaiki lingkungan yang menjadi kepentingan bersama.
“Pagi ini kami mewakili aspirasi masyarakat sipil, khususnya RT 13, melakukan bakti sosial dalam rangka memperingati 17 Agustus 2026. Kami bergotong royong memperbaiki jalan Kasang Tanjung Nangko yang pada dasarnya digunakan dan dibutuhkan bersama oleh masyarakat,” ujar salah seorang warga.

Dengan dana yang terbatas, masyarakat memilih mengerjakan perbaikan secara swakelola. Dana tersebut dikumpulkan secara bertahap melalui iuran masyarakat, termasuk dari kegiatan Yasinan. Nominalnya tidak besar, mulai dari seribu hingga dua ribu rupiah, tetapi ketika dikumpulkan bersama, dana tersebut mampu digunakan untuk membantu memperbaiki jalan.
“Dengan inisiatif dan kebersamaan, kami melakukan rembuk bersama untuk memperbaikinya sendiri secara swakelola menggunakan dana Yasinan umat. Kami kumpulkan seribu, dua ribu, Alhamdulillah dana tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki jalan,” kata warga.
Semangat gotong royong itu juga mendapat dukungan dari tokoh masyarakat setempat, Syaripudin. Ia menilai inisiatif warga merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekaligus kepentingan masyarakat banyak. Antusiasme warga terlihat sejak kerja bakti dimulai. Masyarakat bersama-sama mengerjakan perbaikan jalan, sementara ibu-ibu RT 13 turut mengambil bagian dengan menyiapkan sarapan pagi, kue, dan minuman bagi warga yang bekerja.
Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu membutuhkan biaya besar. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah, masyarakat tetap mampu bergerak melalui semangat saling membantu dan bergotong royong.
Sebelumnya, warga RT 13 juga telah berupaya menyampaikan aspirasi kepada sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muaro Jambi. Proposal bantuan telah diajukan untuk mendapatkan dukungan terhadap perbaikan jalan tersebut. Namun, hingga kegiatan berlangsung, belum banyak respons yang diterima. Menurut warga, baru satu anggota dewan yang bersedia diajak berdiskusi mengenai kondisi jalan.
“Semoga setelah jalan lintas desa ini diperbaiki, pemerintah dan anggota dewan terketuk hatinya untuk membantu masyarakat RT 13. Dana yang kami miliki memang terbatas, tetapi ini merupakan bentuk empati masyarakat RT 13 terhadap kondisi jalan yang digunakan bersama,” ujarnya.
Warga berharap perbaikan yang dilakukan secara swadaya ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Mereka ingin kondisi jalan mendapat perhatian lebih lanjut dari pemerintah sehingga dapat diperbaiki secara lebih permanen dan layak bagi masyarakat.

Bagi warga Kasang Pudak, kemerdekaan tahun ini dimaknai dengan cara sederhana tetapi berdampak langsung. Uang yang biasanya digunakan untuk merayakan kemerdekaan secara seremonial, mereka pilih untuk digunakan memperbaiki jalan yang setiap hari dilalui masyarakat.
Semangat tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa membangun lingkungan dapat dimulai dari kepedulian kecil. Ketika masyarakat mau bermusyawarah, menyisihkan sebagian kemampuan dan bekerja bersama, persoalan di lingkungan sekitar setidaknya dapat diatasi secara bertahap.
Masyarakat RT 13 pun berharap aksi gotong royong tersebut dapat menginspirasi warga di wilayah lain untuk peduli terhadap fasilitas umum dan keselamatan sesama pengguna jalan. Karena bagi mereka, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari kepedulian seluruh masyarakat.





