Temu Kangen Pensiunan Xaverius Jambi, Perkuat Silaturahmi dan Bekali Diri Hidup Sehat
Sendang Roso-Suasana penuh keakraban mewarnai Temu Kangen Pensiunan Xaverius yang digelar di Aula SMP Xaverius 1 Jambi, Selasa (25/8/2026). Sekitar 70 pensiunan Xaverius hadir dalam kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang bernostalgia, tetapi juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan dan edukasi untuk menjaga kesehatan di usia pensiun.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB. Acara diawali dengan cek kesehatan gratis bagi para peserta, kemudian dilanjutkan dengan temu kangen dan berbagai kegiatan bersama.
Rangkaian acara dibuka dengan doa yang dipimpin Bapak Ly. Tukijan yang sekaligus memberikan sambutan selaku ketua pelaksana. Setelah itu, sambutan disampaikan Ketua Yayasan Xaverius Jambi C. Mujito.

Sambutan berikutnya disampaikan Suster Maria Goreti Ledeng FMM Jambi. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan temu kangen tersebut. Menurutnya, pertemuan para pensiunan menjadi momentum penting untuk kembali mempererat hubungan dan kebersamaan keluarga besar Xaverius.

Hal senada disampaikan Romo Priyo dari Paroki St. Theresia. Kehadiran para pensiunan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa hubungan kekeluargaan yang terbangun selama berada di lingkungan Xaverius tetap terjaga meski mereka telah memasuki masa pensiun.
Suasana semakin meriah dengan hiburan grup band. Para peserta tampak menikmati jalannya acara sambil bernostalgia dan bercengkerama dengan rekan-rekan lama. Seluruh kegiatan dipandu oleh Ibu Suharwati sebagai pembawa acara.

Pensiun Tetap Aktif, Otak Perlu Terus Dilatih
Selain temu kangen, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik dan kemampuan otak para pensiunan. Salah satunya melalui pemaparan yang disampaikan Dr. Lia mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak di usia lanjut.
Dalam pemaparannya, Dr. Natalia Damayanti, P.Psi, mengajak para pensiunan untuk menyadari bahwa lupa merupakan hal yang dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, kondisi tersebut dapat dihadapi dengan membangun kebiasaan yang baik dan terus melatih kemampuan otak.

Menurut Dr. Natalia, salah satu hal baik yang dapat dilakukan untuk menjaga otak tetap aktif adalah dengan terus bergerak dan belajar. Para pensiunan tidak dianjurkan berhenti belajar hanya karena sudah memasuki masa pensiun.
Belajar menggunakan perangkat teknologi, seperti laptop, menjadi salah satu contoh aktivitas yang dapat membantu melatih kemampuan otak. Selain itu, para peserta juga diajak mengikuti permainan sederhana atau brain game selama sekitar 20 detik sebagai bagian dari latihan otak.

Pesan yang disampaikan cukup sederhana: memasuki usia pensiun bukan berarti berhenti belajar. Justru, kebiasaan mempelajari hal-hal baru dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga otak tetap aktif.
Gizi Seimbang untuk Menjaga Kesehatan
Materi kesehatan lainnya disampaikan Dr. Sriyani, Sp.GK, MARS, dokter spesialis gizi yang menempuh pendidikan Kedokteran Spesialis Gizi Klinik di Universitas Diponegoro.
Dr. Sriyani menjelaskan bahwa menua merupakan proses alami yang akan dialami setiap manusia. Namun, bertambahnya usia tetap harus diiringi dengan upaya menjaga kesehatan agar para pensiunan dapat menjalani kehidupan dengan bahagia dan tetap produktif.

Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya tetap aktif. Sebab, seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh dalam menyerap dan menggunakan zat gizi dapat mengalami penurunan. Karena itu, pola makan, aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan perlu diperhatikan.
Dr. Sriyani juga mengingatkan para pensiunan untuk menjaga kesehatan mulut, lambung dan usus. Ketiga bagian tubuh tersebut memiliki peran penting dalam proses makan dan pencernaan sehingga perlu mendapatkan perhatian, terutama pada usia lanjut.
Ia memberikan sejumlah tips sederhana agar para pensiunan tetap sehat dan bahagia. Di antaranya mengendalikan berat badan, mengatur pola makan seimbang, menghindari faktor risiko penyakit, tetap aktif agar terus merasa berguna, rutin bergerak, menjaga iman dan takwa, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Untuk kebutuhan gizi lansia, Dr. Sriyani mengajak para peserta memperhatikan keseimbangan energi tubuh. Konsumsi gula juga perlu dibatasi, sementara makanan yang menjadi sumber kalsium dan vitamin D perlu diperhatikan untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh.
Selain itu, konsumsi serat pangan dan air putih sesuai kebutuhan juga penting. Aktivitas fisik tetap perlu dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Bukan Sekadar Bernostalgia
Temu Kangen Pensiunan Xaverius Jambi akhirnya tidak sekadar menjadi pertemuan untuk mengenang masa lalu. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pensiunan untuk kembali membangun silaturahmi, berbagi pengalaman dan mendapatkan pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan di usia lanjut.
Pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah bahwa masa pensiun bukan berarti berhenti bergerak, belajar dan berkarya. Dengan menjaga kesehatan, melatih otak, mengatur pola makan dan tetap beraktivitas, para pensiunan dapat menjalani masa pensiun dengan lebih sehat, bahagia dan bermakna.

Kehadiran sekitar 70 pensiunan juga menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan yang terbangun di lingkungan Xaverius. Temu kangen menjadi pengingat bahwa setelah puluhan tahun menjalani perjalanan bersama, persaudaraan tetap dapat dirawat melalui pertemuan, kepedulian dan kebersamaan.







