Solidaritas Nabire untuk Korban Gempa NTT, Dua Hari Terkumpul Rp70,8 Juta
Sendang Roso-Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan sejumlah organisasi kepemudaan dan komunitas di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Pemuda Flobamora Provinsi Papua Tengah, Pemuda Katolik Koncab Nabire, dan KOPENA (Komunitas Peduli Nabire) menggelar aksi penggalangan dana di sejumlah persimpangan lampu merah di Kota Nabire.

Aksi tersebut dilakukan dengan turun langsung ke jalan dan mengajak masyarakat yang melintas untuk menyisihkan sebagian rezeki bagi masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi pada 15 Agustus 2026.
Penggalangan dana telah berlangsung selama dua hari, yakni 19-20 Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, masyarakat Nabire menunjukkan respons positif dengan memberikan bantuan secara langsung kepada para penggalang dana. Dari aksi tersebut, dana yang berhasil dihimpun selama dua hari mencapai Rp70.805.000.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Nabire terhadap korban bencana, sekaligus memperlihatkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat tumbuh meskipun masyarakat yang dibantu berada jauh secara geografis.
Bantuan yang diberikan masyarakat memiliki nilai penting bagi para korban bencana. Selain membantu memenuhi kebutuhan mereka, dukungan tersebut juga menjadi bentuk perhatian dan penguatan moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.
Para penyelenggara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta para donatur yang telah berpartisipasi. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.
Dana yang terkumpul nantinya diharapkan dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Penyaluran bantuan juga diharapkan dilakukan secara tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh para korban.
Penggalangan Dana Berlanjut hingga 25 Agustus
Aksi penggalangan dana tersebut masih akan berlangsung hingga 25 Agustus 2026. Para penyelenggara berharap semakin banyak masyarakat yang ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Solidaritas tidak selalu harus diwujudkan dalam jumlah bantuan yang besar. Sumbangan dalam jumlah kecil sekalipun tetap memiliki arti apabila diberikan secara bersama-sama dan dengan ketulusan.
Dari sisi kemanusiaan, aksi ini menunjukkan bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana. Masyarakat yang berhenti di lampu merah dapat memberikan sebagian rezekinya, sementara para pemuda mengambil peran dengan turun langsung menggalang bantuan.
Jika dilakukan secara bersama-sama, bantuan yang terlihat kecil dari satu orang dapat berubah menjadi kekuatan besar. Hal tersebut tercermin dari terkumpulnya Rp70.805.000 hanya dalam dua hari.
Kegiatan yang dilakukan Pemuda Flobamora Provinsi Papua Tengah, Pemuda Katolik Koncab Nabire, dan KOPENA juga menjadi contoh solidaritas lintas kelompok. Perbedaan organisasi maupun jarak daerah tidak menjadi penghalang untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami bencana.
Bagi para penyelenggara, bantuan yang diberikan bukan hanya persoalan materi. Di balik setiap donasi terdapat pesan bahwa masyarakat terdampak gempa di NTT tidak menghadapi musibah seorang diri.
Semangat tersebut menjadi dasar dilanjutkannya penggalangan dana hingga 25 Agustus mendatang. Para penyelenggara berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat terdampak.
Aksi kemanusiaan di jalan-jalan Kota Nabire tersebut pada akhirnya memperlihatkan bahwa solidaritas dapat dimulai dari kepedulian sederhana. Ketika banyak orang bersedia menyisihkan sebagian dari apa yang dimilikinya, bantuan tersebut dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi bencana.
“Sekecil apa pun usaha yang dilakukan demi kebaikan bersama, kiranya Tuhan memberkati. Tuhan menjaga setiap langkah dan kasih-Nya menyertai kita semua.”
Melalui aksi tersebut, masyarakat Nabire menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak dibatasi oleh jarak. Ketika saudara mengalami musibah, kepedulian dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan bantuan, menguatkan, dan membantu mereka kembali bangkit.





