Misa Bahasa Jawa, Paguyuban Jawa Katolik Jambi Perkuat Silaturahmi dan Semangat Kebangsaan
Sendang Roso-Nuansa budaya dan semangat nasionalisme berpadu dalam perayaan Misa HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Paguyuban Jawa Katolik Jambi di Gereja Gregorius Agung, Senin (24/8/2026) malam.
Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dipimpin Romo Paroki Felix Astono Atmaja, SCJ. Salah satu hal yang membuat perayaan ini berbeda adalah penggunaan bahasa Jawa sepanjang misa.
Sekitar 70 umat hadir dalam kegiatan tersebut. Selain umat dari Kota Jambi, perayaan juga diikuti anggota Paguyuban Jawa Katolik dari Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, dan Telentang, Kabupaten Batanghari.

Penggunaan bahasa Jawa bukan sekadar pilihan dalam pelaksanaan misa. Tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya umat untuk mempertahankan budaya dan bahasa leluhur. Di sisi lain, perayaan kemerdekaan menjadi momentum untuk meneguhkan kembali rasa cinta terhadap Indonesia.
Dalam homilinya, Romo Felix mengajak umat untuk tidak hanya memaknai kemerdekaan sebagai sebuah peristiwa sejarah. Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, menjaga kedamaian, dan memperkuat persaudaraan.
Romo Felix juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama serta melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia.
“Inilah momentum penting bangsa Indonesia. Hari ini kita semua memperingati kemerdekaan yang ke-81. Semoga melalui HUT RI ini kita semua diberikan kedamaian dan ketenteraman dalam hidup berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Ia menilai keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat. Pelestarian budaya, kata dia, dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Perjumpaan Lintas Wilayah
Setelah misa selesai sekitar pukul 20.00 WIB, kegiatan berlanjut dengan ramah tamah. Momen tersebut dimanfaatkan para peserta untuk saling menyapa, berbincang, dan mempererat hubungan yang telah terjalin.
Ketua Paguyuban Jawa Katolik, Gunawan, mengapresiasi kehadiran seluruh umat dalam perayaan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada umat dari Sungai Bahar dan Telentang yang datang untuk mengikuti misa sekaligus bersilaturahmi.
“Terima kasih kepada kita semua yang telah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” kata Gunawan.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna ganda. Selain menjadi ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia, pertemuan itu menjadi sarana untuk mempertahankan tradisi Jawa yang diwariskan oleh para leluhur.
Gunawan berharap budaya dan tradisi tersebut tetap hidup di tengah masyarakat yang terus berkembang dan memiliki latar belakang yang beragam.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati makan malam bersama. Tidak ada sekat antara umat yang datang dari berbagai wilayah. Mereka berbaur dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Perayaan misa dengan bahasa Jawa ini menjadi contoh bahwa kehidupan beragama, pelestarian budaya, dan semangat nasionalisme dapat berjalan bersama. Tradisi leluhur tetap mendapat tempat, sementara nilai persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air terus diperkuat.
Bagi Paguyuban Jawa Katolik Jambi, perayaan tersebut bukan hanya agenda tahunan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk merawat persaudaraan, menjaga warisan budaya, dan menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.





