Kualitas Udara Kota Jambi Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diimbau Waspada
Sendang Roso-Kualitas udara di Kota Jambi mulai mengkhawatirkan. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, membenarkan bahwa kualitas udara di Kota Jambi telah masuk kategori tidak sehat. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi udara mengalami peningkatan polusi dalam waktu yang cukup singkat.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 273 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Jambi. Titik panas tersebut tersebar di sejumlah daerah, seperti Muaro Jambi, Batanghari, Tebo, Bungo, Merangin, Kerinci, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur.

Dampaknya mulai terasa di Kota Jambi. Kabut asap terlihat di sejumlah kawasan dan konsentrasi polutan di udara ikut meningkat.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara secara real time pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, Kota Jambi mencatat AQI+ US sebesar 166 dan berada di posisi ketiga kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada saat pemantauan tersebut. Kondisi ini masuk kategori tidak sehat.
Polutan yang paling dominan adalah PM2.5, dengan konsentrasi mencapai 77,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Saat itu, angka AQI+ US Kota Jambi berada di bawah Palembang yang mencapai 284 dan Pontianak 217.
ISPU Naik Hanya Dalam Satu Jam
Kondisi udara Kota Jambi juga terlihat dari peningkatan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Pada sekitar pukul 11.00 WIB, ISPU Kota Jambi masih berada di angka 89 atau kategori sedang. Namun, hanya dalam waktu sekitar satu jam, angka tersebut naik menjadi 101 dan masuk kategori tidak sehat.
Parameter yang menjadi perhatian utama adalah PM2.5, yaitu partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Mahruzar mengimbau masyarakat, terutama mereka yang sensitif terhadap gangguan pernapasan, untuk lebih berhati-hati.
“Untuk kondisi ini disarankan bagi yang rentan atau sensitif pernapasan untuk menggunakan masker dan mengurangi kegiatan di luar rumah,” kata Mahruzar, Minggu (23/8/2026).
DLH Kota Jambi terus memantau perkembangan kualitas udara. Pemantauan dilakukan untuk melihat perubahan kondisi udara sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat.
Dengan kondisi udara yang sudah masuk kategori tidak sehat, warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap semakin tebal. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker juga dianjurkan.
Meningkatnya jumlah hotspot menjadi perhatian serius. Jika karhutla terus terjadi dan asap terbawa angin menuju Kota Jambi, kualitas udara berpotensi kembali memburuk.
Karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada, mengikuti informasi kualitas udara dari pihak berwenang, serta menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap.





