Dorong Daya Saing Kuliner Daerah ke Tingkat Nasional, UNAJA Transformasi UMKM Pempek Melalui Inovasi dan Teknologi
Sendang Roso-Pempek ikan tenggiri merupakan salah satu ikon kuliner unggulan Kota Jambi yang memiliki potensi besar di pasar nasional. Namun, mutu rasa saja tidak cukup bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bertransformasi menjadi merek oleh-oleh favorit berskala nasional. Diperlukan adopsi inovasi teknologi, kemasan modern, efisiensi pemasaran digital, serta tata kelola keuangan yang terstruktur.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Adiwangsa Jambi (UNAJA) menunjukkan komitmen nyatanya melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Peningkatan Daya Saing UMKM Pempek Ay Ikan Tenggiri Oleh-Oleh Jambi melalui Inovasi Kemasan, Digital Marketing, dan Penguatan Manajemen Keuangan”. Program terpadu ini menyasar mitra UMKM Pempek Ay Ikan Tenggiri di Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.
Kegiatan ini didanai langsung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia TA 2026. Tim akademisi UNAJA diketuai oleh Evrina, S.E., M.E., bersama tim dosen yakni Eka Martyani HS, S.P., M.Si., Dr. Azwani Aulia, S.E., M.Ak., dan Liona Efrina S., S.E., M.Ak., MOS.

Solusi Terpadu: Dari Modernisasi Alat Hingga Literasi Keuangan
Sebelum adanya pendampingan, mitra menghadapi keterbatasan akibat penggunaan peralatan tradisional, ketergantungan pada pemasaran word-of-mouth, dan ketiadaan pencatatan finansial yang akuntabel. Melalui program ini, tim UNAJA menyerahkan hibah Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa planetary mixer, chest freezer, timbangan digital, mesin penggiling bumbu, dan vacuum sealer frozen food.
Dampak Inovasi yang Dihasilkan:
- Optimasi Operasional: Efisiensi waktu produksi meningkat hingga 20% dan kapasitas produksi ditargetkan naik sebesar 40%.
- Standardisasi Mutu: Menjamin konsistensi rasa, kerapian berat produk, serta higienitas.
- Daya Tahan Produk: Kemasan beku kedap udara memungkinkan distribusi jarak jauh ke luar daerah tanpa mengurangi kualitas.
- Ekosistem Digital: Integrasi e-commerce, media sosial, WhatsApp Business, dan marketplace guna mempermudah akses pesanan nasional.
- Manajemen Finansial: Pelatihan pemisahan kas pribadi dan usaha, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta penyusunan laporan laba rugi.

Wakil Rektor I UNAJA menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata hilirisasi ilmu pengetahuan perguruan tinggi. “Perguruan tinggi harus mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi praktis yang meningkatkan produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Penguatan Pembelajaran Berbasis Pengalaman (MBKM)
Program PKM ini juga melibatkan mahasiswa UNAJA secara langsung sebagai bagian dari penguatan implementasi Merdeka Belajar. Mahasiswa bertindak aktif dalam pendataan, pendampingan alat TTG, pembuatan konten digital, hingga evaluasi perkembangan usaha memberikan pengalaman praktis dalam memecahkan masalah riil di industri kreatif.
Pemilik UMKM Pempek Ay Ikan Tenggiri, Selly Fibrianty, menyambut positif intervensi berbasis akademis ini. “Peralatan modern, kemasan baru, website, serta pelatihan pemasaran dan keuangan membuat kami lebih percaya diri meningkatkan produksi dan menjangkau konsumen di luar daerah,” ungkapnya.

Secara strategis, inisiatif ini mendukung arah pembangunan nasional dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, khususnya pada penguatan kewirausahaan dan industri kreatif. Selain itu, program ini berkontribusi langsung pada ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta Poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), sekaligus menjadi model pendampingan UMKM komoditas pangan lokal yang siap direplikasi secara nasional.













