Kemarau Panjang Melanda, Pemprov Jambi dan Elemen Masyarakat Bersatu Gelar Doa Bersama Memohon Hujan
JAMBI-Memasuki bulan kelima masa kemarau panjang, kualitas udara di Provinsi Jambi kian menurun akibat minimnya curah hujan dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menghadapi kondisi kritis ini, jajaran Pemerintah Provinsi Jambi beserta masyarakat menempuh jalan ikhtiar lahiriah dan batiniah guna memohon bantuan Tuhan Yang Maha Esa.

Rangkaian ikhtiar spiritual diawali dengan pelaksanaan Salat Istisqa yang digelar oleh Pemprov Jambi di Lapangan Garuda Kantor Gubernur Jambi pada Rabu (2/9/2026) pagi. Ibadah tersebut diikuti oleh ratusan jajaran pejabat Pemprov Jambi, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta warga sekitar.
Hadir dalam pelaksanaan salat tersebut Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., bersama Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi, Dr. KH. Zainul Arifin, M.Ed., MA, yang bertindak memberikan tausiyah dan penguatan keagamaan.
Tidak berhenti di situ, semangat kebersamaan dan kepedulian lintas umat beragama juga terus berlanjut. Badan Musyawarah Antar Gereja dan Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Provinsi Jambi menjadwalkan aksi doa bersama bertajuk “Bersatu Dalam Doa, Bergerak Dalam Kasih” pada Rabu sore (9/9/2026) di lokasi yang sama, Lapangan Garuda Kantor Gubernur Jambi. Selain memanjatkan doa permohonan hujan, panitia juga membagikan masker gratis bagi warga yang hadir.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menyatukan tekad dan mengetuk pintu langit demi keselamatan bumi Sepucuk Jambi Lurah Sembilan.
“Berbagai upaya teknis dan penanganan karhutla di lapangan terus kita maksimalkan. Namun, ikhtiar lahiriah tidak akan lengkap tanpa ikhtiar batin. Saya mengajak seluruh saudara-saudaraku umat Kristiani di Jambi untuk hadir bersama besok sore di Lapangan Garuda. Mari kita rendahkan hati, menyatukan doa, dan bergerak dalam kasih agar Tuhan menurunkan rahmat-Nya berupa hujan yang menyejukkan dan memulihkan daerah kita,” ujar Al Haris.
Aksi doa bersama ini diharapkan dapat menguatkan soliditas seluruh elemen masyarakat Jambi dalam menghadapi dampak musim kemarau serta bahaya karhutla yang mengancam kesehatan dan perekonomian warga.





