Kejati Jambi Perkuat Struktur Kepemimpinan, Empat Pejabat Utama Resmi Dilantik
Sendang Roso-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi memperkuat struktur kepemimpinan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sejumlah pejabat utama di lingkungan institusi tersebut. Prosesi berlangsung khidmat di Aula Kejaksaan Tinggi Jambi, Selasa (18/8/2026), dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Sugeng Hariadi, S.H., M.H.
Pelantikan menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus langkah strategis Kejati Jambi dalam meningkatkan kinerja penegakan hukum. Pergantian sejumlah pejabat diharapkan mampu memperkuat pelayanan hukum yang profesional, berintegritas, akuntabel dan tetap mengedepankan rasa keadilan serta kemanfaatan bagi masyarakat.

Empat pejabat resmi menerima amanah baru dalam jajaran Kejati Jambi. Dr. Mia Banulita, S.H., M.H. dilantik sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jambi. Sebelumnya, Mia menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Agung RI. Ia menggantikan Dr. Bima Suprayoga, S.H., M.Hum., yang mendapat tugas baru sebagai Direktur V pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI.
Selanjutnya, Dr. Kamin, S.H., M.H. dipercaya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jambi setelah sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pemulihan Aset Kejati Jambi.
Posisi Asisten Pemulihan Aset Kejati Jambi kemudian dipercayakan kepada Romi Arizyanto, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan pada Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung RI.
Sementara itu, Dr. Alfian Bombing, S.H., M.H. resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo. Sebelumnya, Alfian merupakan Kajari Timor Tengah Selatan. Ia menggantikan Dr. Abdurahman, S.H., M.H., yang mendapat amanah baru sebagai Kajari Karanganyar.
Integritas Menjadi Fondasi Kepemimpinan
Dalam amanatnya, Kajati Jambi Sugeng Hariadi menekankan pentingnya integritas bagi seluruh insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas dan kewenangan. Menurutnya, perubahan lingkungan kerja, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika era digital, tidak boleh menggeser nilai dasar dalam penegakan hukum.
Sugeng menyampaikan arahan Jaksa Agung RI agar jajaran Kejaksaan terus memperkuat jati diri sebagai institusi penegak hukum yang tangguh, profesional dan berintegritas.

“Kita harus berani menjadi pelopor perubahan penegakan hukum dengan nurani, menolak penyimpangan, dan berpegang teguh pada nilai kejujuran serta keadilan. Kita harus berani berkata benar di tengah tekanan, tetap jujur di hadapan godaan jabatan dan materi, serta bijak dalam setiap tindakan,” tegas Sugeng.
Ia juga mengingatkan bahwa peran Kejaksaan tidak semata-mata berkaitan dengan kewenangan penuntutan. Institusi Adhyaksa dituntut mampu hadir sebagai bagian dari solusi dalam berbagai persoalan masyarakat dan kebangsaan melalui pendekatan hukum yang humanis, profesional dan proporsional.
Dalam penanganan perkara tindak pidana khusus, jajaran Kejati Jambi juga diminta tetap mengedepankan profesionalisme, akuntabilitas dan efisiensi dengan berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.
Dorong Pemimpin yang Membawa Perubahan
Kepada pejabat yang baru dilantik, Sugeng berpesan agar amanah jabatan tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan tanggung jawab, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menghadirkan gagasan dan perubahan yang konstruktif.
“Jadilah pemimpin perubahan. Jangan hanya mengikuti, tetapi berani membawa ide dan gagasan baru yang membangun. Pegang teguh integritas—sekali kepercayaan hilang, sulit untuk dikembalikan. Bekerjalah dengan hati, karena keadilan yang sejati lahir dari keikhlasan dalam pengabdian,” ujarnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Asisten Kejati Jambi, para Kepala Kejaksaan Negeri se-Wilayah Jambi, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri, para Kepala Seksi, serta Ketua dan pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Jambi.
Dengan hadirnya jajaran pimpinan baru, Kejati Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan penegakan hukum. Pergantian kepemimpinan diharapkan menjadi energi baru untuk menghadirkan penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga berintegritas, humanis dan berorientasi pada keadilan bagi masyarakat.





