SD Xaverius 1 Jambi Kirim 12 Siswa ke Malaysia Ikuti WICE 2026, Empat Tim Berlaga Secara Online
Sendang Roso – SD Xaverius 1 Kota Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan sains, teknologi, dan inovasi sejak usia dini. Tahun ini, sekolah di bawah naungan Yayasan Regina Pacis FMM Cabang Jambi tersebut ambil bagian dalam World Invention Creativity and Exhibition (WICE) 2026, ajang inovasi internasional yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, hingga peneliti muda dari berbagai negara.

WICE menjadi wadah bagi para inovator muda untuk mempresentasikan hasil riset, kreativitas, serta prototipe inovasi di bidang sains, teknologi, dan rekayasa di hadapan dewan juri internasional. Selain memperebutkan medali, kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk membangun jejaring dan bertukar gagasan dengan inovator muda dari berbagai belahan dunia.
Partisipasi SD Xaverius 1 Kota Jambi mendapat perhatian dan dukungan langsung dari Pemerintah Kota Jambi. Hal tersebut terlihat dari kehadiran Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.KM, jajaran Dinas Pendidikan Kota Jambi, Kabid Pendidikan, serta Pengawas Pembina, Ernita, dalam kegiatan yang digelar di SD Xaverius 1 Kota Jambi.

Kepala SD Xaverius 1 Kota Jambi, Romualdus Kaju, S.Fil., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kota Jambi terhadap upaya sekolah mengembangkan potensi peserta didik melalui sains dan teknologi.
Dalam sambutannya, Romualdus menjelaskan bahwa WICE merupakan kompetisi internasional yang terbuka bagi peserta dari berbagai negara. Karena itu, SD Xaverius 1 Kota Jambi mengambil inisiatif untuk berpartisipasi melalui dua jalur, yakni kompetisi daring dan luring.
“WICE Internasional adalah lomba yang terbuka untuk semua anak bangsa dan seluruh dunia. SD Xaverius 1 Jambi berinisiatif mengikuti secara online dan offline,” ujar Romualdus.

Untuk kategori daring, SD Xaverius 1 Kota Jambi mengikutsertakan empat kelompok siswa dengan empat proyek inovatif, yakni ECO Pot, ECO Water Colour, Mini Green School, dan Mie Kurin.
Kompetisi kategori daring telah berlangsung pada Kamis, 10 September 2026. Dalam agenda pembukaan yang dilaksanakan secara online tersebut, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Malaysia turut dikumandangkan sebagai simbol persahabatan dan kerja sama antarpeserta dari kedua negara.
Sementara itu, untuk kategori luring, SD Xaverius 1 Kota Jambi menyiapkan 12 siswa yang terbagi dalam dua kelompok. Mereka dijadwalkan bertolak ke Malaysia pada 20 September 2026 untuk mengikuti pameran dan penjurian secara langsung di SEGi University, Malaysia.

Salah satu inovasi yang akan dipresentasikan dalam kompetisi luring tersebut adalah Water Filtration, sebuah inovasi teknologi penyaringan air, serta inovasi handsoap.
Romualdus mengatakan, keterlibatan siswa dalam ajang internasional tersebut bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan atau medali. Lebih dari itu, pengalaman mengikuti kompetisi internasional diharapkan mampu membentuk keberanian, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kepercayaan diri siswa untuk berhadapan dengan lingkungan global.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.KM., mengapresiasi inisiatif SD Xaverius 1 Kota Jambi yang telah memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengenal dan mengembangkan teknologi sejak usia dini.

Menurut Maulana, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut dunia pendidikan untuk mempersiapkan generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi.
“Saya mengapresiasi inisiatif dari seluruh jajaran SD Xaverius 1 Kota Jambi yang telah memberikan fasilitasi, mendukung dan mendorong anak-anak kita sejak usia dini untuk mengenalkan teknologi, termasuk dalam aspek terapan sehingga bisa menghasilkan inovasi yang akan diikutsertakan dalam event WICE,” kata Maulana.

Ia menilai, anak-anak perlu dipersiapkan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Mereka tidak cukup hanya menjadi pengguna atau user, tetapi juga harus didorong untuk tumbuh sebagai pencipta atau inventor.
Maulana mengibaratkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sebuah trajektori, sementara inovasi menjadi jembatan atau bridging yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan teknologi yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
“Inovasi berfungsi mengubah konsep abstrak ilmu pengetahuan menjadi teknologi nyata yang bermanfaat untuk kehidupan manusia serta memiliki nilai ekonomi maupun sosial,” ujarnya.
Menurutnya, keikutsertaan anak-anak Jambi dalam WICE 2026 merupakan langkah positif untuk membuka ruang bagi mereka dalam mengembangkan potensi dan rasa ingin tahu melalui kegiatan yang konstruktif.
Keterlibatan SD Xaverius 1 Kota Jambi dalam WICE 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi pendidikan dan inovasi Kota Jambi di tingkat internasional.

Romualdus berharap partisipasi tersebut dapat menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain di Kota Jambi untuk semakin aktif mengembangkan pembelajaran berbasis sains, teknologi, kreativitas, dan inovasi.
Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah dasar di Kota Jambi untuk membangun kolaborasi dalam memajukan pendidikan di daerah.
“Marilah kita bersama-sama berkolaborasi memajukan Kota Jambi melalui sains dan teknologi,” katanya.
Untuk peserta kategori online, agenda Awarding Ceremony Online Session dijadwalkan berlangsung pada Senin, 14 September 2026. Sementara itu, para peserta kategori offline tengah mempersiapkan keberangkatan ke Malaysia pada 20 September 2026 untuk mengikuti rangkaian pameran dan penjurian secara langsung.

Partisipasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi SD Xaverius 1 Kota Jambi untuk membawa nama daerah ke panggung internasional melalui karya-karya inovasi yang lahir dari kreativitas siswa sejak bangku sekolah dasar.





