Dari Secangkir Kopi Tumbuh Toleransi, Bimas Katolik Kemenag Jambi Rajut Kerukunan Lintas Agama
Sendang Roso-Secangkir kopi pada Sabtu pagi itu bukan sekadar minuman penghangat suasana. Di tengah pertemuan tokoh agama, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan perwakilan berbagai keyakinan, kopi menjadi simbol sederhana tentang pentingnya duduk bersama, berbicara, dan saling memahami.

Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan “Ngopi Kerukunan” bertema “Satu Bumi Secangkir Toleransi” yang digelar Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi di Paroki Santa Maria Ratu Rosario (SMRR), Lorong Kendali, Sodo Payo Selincah, Kota Jambi, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi ruang perjumpaan lintas agama untuk memperkuat persaudaraan dan merawat toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Acara ini terselenggara melalui kolaborasi tiga paroki, yakni Paroki Gregorius Agung, Paroki Santa Theresia, dan Paroki Santa Maria Ratu Rosario. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi yang diwakili oleh Dr. H. Abdurrahman, S.Ag., M.Pd.I., Romo Paroki Santa Maria Ratu Rosario Romo Romanus Edi Suryono, Pr., Ketua FKUB Provinsi Jambi Prof. Dr. H. Hasni Umar, MA., Ph.D., Ketua FKUB Kota Jambi yang diwakili oleh C. Mujito, serta Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Theresia Ari Sukarni, S.Ag.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin Suster Maria Riniati. Setelah itu, peserta mengikuti sambutan dari Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Theresia Ari Sukarni dan Lurah Payo Selincah, Dedi Akbar.
Suasana dialog semakin terasa ketika perwakilan tiga paroki memperkenalkan profil masing-masing gereja. Paroki Gregorius Agung, Paroki Santa Theresia, dan Paroki Santa Maria Ratu Rosario secara bergantian memperkenalkan keberadaan serta perjalanan komunitasnya melalui pemaparan yang disampaikan oleh C. Mujito, Ly. Tukijan, dan Helmi.

Dengan moderator Sony Pardede, kegiatan kemudian berkembang menjadi ruang komunikasi yang hangat. Perwakilan dari enam agama di Indonesia hadir dalam satu forum, yakni Islam, Katolik, Kristen Protestan, Buddha, Hindu, dan Konghucu.
Turut hadir pula pengurus RT setempat, organisasi kemasyarakatan, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dari tiga paroki, serta unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota dan Provinsi Jambi.
Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Theresia Ari Sukarni, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa semangat membangun kerukunan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

“Hampir 100 lebih peserta hadir dalam acara Ngopi Kerukunan agama. Mengingat situasi saat ini, penting sekali untuk membangun jejaring mitra kerja melalui program moderasi beragama,” ujar Theresia.
Ia menilai, pertemuan lintas agama seperti ini memiliki arti penting dalam membangun komunikasi dan memperkuat jaringan antarelemen masyarakat. Melalui dialog yang terbuka, perbedaan tidak dipandang sebagai pemisah, tetapi sebagai bagian dari kekayaan sosial yang harus dijaga bersama.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi yang diwakili oleh Dr. H. Abdurrahman, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan Ngopi Kerukunan menjadi momentum penting untuk memupuk rasa persaudaraan dan memperkuat toleransi antarumat beragama. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tiga paroki dan DPP Paroki Santa Maria Ratu Rosario yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan tempat serta sarana dan prasarana.
Di tengah masyarakat yang beragam, kerukunan tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan. Kerukunan perlu diwujudkan melalui perjumpaan, komunikasi, dan kesediaan untuk saling mendengarkan.
Melalui “Satu Bumi Secangkir Toleransi”, Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi bersama seluruh unsur yang hadir mencoba menghadirkan pesan sederhana namun bermakna: bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menciptakan jarak.

Dari sebuah meja pertemuan, percakapan pun terjalin. Dari percakapan, tumbuh saling pengertian. Dan dari saling pengertian, harapan untuk menjaga Jambi sebagai daerah yang damai dan harmonis terus dirawat bersama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian kenang-kenangan, foto bersama, ramah tamah, dan makan siang bersama seluruh peserta.






